Thailand adalah salah satu negara di Dunia yang tidak dijajah bersama Nepal, Inggris, dan Islandia. Tapi selepas dari hal yang ane bahas kali ini, coba kita membayangkan andai negara kita tercinta ini, Indonesia, tidak pernah dijajah seperti negara yang disebutkan tadi.baca juga Andai Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei bersatu
Pada tahun 1596 empat kapal ekspedisi dipimpin oleh Cornelis de Houtman berlayar menuju Indonesia, dan merupakan kontak pertama Indonesia dengan Belanda. Sejak saat itu, pedagang Belanda mulai berdatangan dan menduduki wilayah Hindia Timur. Dan mendirikan VOC, nah VOC inilah yang "menghancurkan" kerajaan-kerajaan di Nusantara.
Oke, lupakan saja masa lalu, karna masa lalu itu adalah pelajaran untuk masa depan. Andai saja, Belanda atau bangsa Eropa tidak datang kemari, mungkin inilah negara-negara yang ada di Nusantara. (Kerajaan yang mungkin ada karna bertahan sampai abad 19)
1. Kesultanan Aceh (1496 sampai 1903)
*bendera Kesultanan Aceh (Powerfull Islamic)
Kesultanan Aceh Darussalam merupakan sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri di provinsi Aceh, Indonesia. Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Bandar Aceh Darussalam, Kesultanan ini pernah menjalin hubungan diplomatik dengan Ottoman Turki bahkan Amerika Serikat dalam mengusir Belanda.
Kesultanan ini hancur oleh penjajahan Belanda, padahal mereka hampir bertahan sampai tahun 1903.
2. Kerajaan Batak (Bakkara) (1364 sampai1907)
*bendera Kerajaan Batak (beda dari yang lain)
Meskipun tidak terkenal, atau mungkin tidak diajarkan dalam pelajaran sejarah, Kerajaan Batak memiliki sistim pemerintahan yang kuat seperti Kesultanan Aceh. Kerajaan ini sebenarnya telah berdiri dari 3 dinasti yang berbeda. Kerajaan ini terkenal karna berhasil menahan Kaum Padri dan Invasi Kesultanan Aceh. Kerajaan ini runtuh pada tahun 1907 akibat bertempur melawan invasi Kerajaan Belanda.
3. Kerajaan Pagaruyung (1500 sampai 1825)
*bendera Kerajaan Pagauyung (mirip Jerman yaa :v)
Sempat menjadi kerajaan Buddha, Kerajaan Pagaruyung ini menjadi mualaf pada abad 17. Kerajaan ini terletak di Sumatra Barat. Kerajaan ini sempat berperang melawan Belanda. Sekitar tahun 1750 kerajaan Pagaruyung mulai tidak menyukai keberadaan VOC di Padang dan pernah berusaha membujuk Inggris yang berada di Bengkulu, bersekutu untuk mengusir Belanda walaupun tidak ditanggapi oleh pihak Inggris. walaupun kerajaan ini lemah pada saat pra Perang Padri.
4. Kesultanan Palembang Darussalam (1550 sampai 1823)
*maaf tidak dapat benderanya ...
Kesultanan Palembang Darussalam adalah suatu kerajaan Islam yang berlokasi di sekitar kota Palembang, Sumatera Selatan sekarang. Kesultanan ini diproklamirkan menjadi kerajaan Islam oleh Sri Susuhunan Abdurrahman, dan dihapuskan keberadaannya oleh pemerintah kolonial Belanda pada 7 Oktober 1823. Kesultanan ini lahir karna dampak dari penaklukan Majapahit 1375. pada tahun 1823 Kesultanan ini menyerah pada Belanda.
5. Kesultanan Siak Sri Indrapura (1723 sampai 1945)
*bendera Kesultanan Siak (Simple, kaya Libya)
Kesultanan Siak ini didirikan di Buantan oleh Raja Kecil, Pewaris Tahta Kerajaan Johor yang mengasingkan diri ke Pagaruyung Raja Kecil berdasarkan Hikayat Siak, merupakan Putra Sultan Mahmud Syah, Raja Kerajaan Johor yang dibunuh. Dalam perkembangannya, Kesultanan Siak muncul sebagai sebuah kerajaan bahari yang kuat dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaya di tengah tekanan imperialisme Eropa. pada tahun 1945, Kesultanan ini bergabung dengan Republik Indonesia.
6. Kesultanan Pelalawan (1725 sampai 1946)
*Maaf, tidak menemukan benderanya...
Kesultanan Pelalawan atau Kerajaan Pelalawan (1725 M - 1946 M) yang sekarang terletak di Kabupaten Pelalawan, adalah satu dari beberapa kerajaan yang pernah berkuasa di Bumi Melayu yang turut serta berpengaruh dalam mewarisi budaya Melayu dan Islam di Riau. Sedangkan gelar atau sebutan bagi Raja Pelalawan adalah Tengku Besar (Tengkoe Besar). Sama seperti Kesultanan Siak, Kesultanan ini bisa bertahan dari penjajahan Belanda dan Jepang dan akhirnya bergabung dengan Republik Indonesia.
7. Kerajaan Tayan (Abad 15 sampai sekarang)
*Maaf, tidak menemukan benderanya...
Bukannya menyinggung. tapi ane baru dengar kerajaan ini,Luas kerajaan ini hampir kaya kecamatan. Kerajaan ini berada di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Berdirinya pun ane tidak tahu tahun berapa (sumber wikipedia) Kerajaan Tayan di dirikan oleh Gusti Lekar, anak kedua dari Panembahan Dikiri (Raja Matan). sedangkan anaknya yang pertama bernama Duli Maulana Sultan Muhammad Syarifuidin, menggantikan ayahnya menjadi Raja Matan. Sultan Muhammad Syarifudin adalah Raja pertama yang memeluk agama islam.
8. Kesultanan Ternate (1257 sampai sekarang)
*bendera Kesultanan Ternate
Inilah kesultanan terkenal di Indonesia.Kesultanan Ternate Pada masa jaya kekuasaannya membentang mencakup wilayah Maluku, Sulawesi bagian utara, timur dan tengah, bagian selatan kepulauan Filipina hingga sejauh Kepulauan Marshall di Pasifik. Kesultanan ini berhasil mengusir Portugis dan bisa bertahan dari monopoli Belanda.
Nah itulan kerajaan yang mungkin ada sekarang jika Indonesia tidak pernah dijajah. Atau mungkin salah satu kerajaan diatas akan menginvasi kerajaan yang lain untuk memperluas kerajaannya seperti Majapahit. Nah jika Indonesia tidak dijajah, hal ini yang mungkin terjadi
- Anggota ASEAN bukan 10, tapi 17 negara
- Piala AFF mungkin lebih seru :v
- Kesultanan Aceh mungkin terlibat dalam PD 1 karna sohibnya, Ottoman terlibat dalam Perang Dunia 1
- Mungkin kerajaan ini bersatu dan menjadi negara federalis seperti Malaysia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pendapat anda kawan?